RS Kekurangan Fasilitas, Nakes Mulai Tumbang dan Kelelahan

  • Whatsapp
Bupati BS Gusnan Mulyadi gencar melakuka sosialisasi ke masyarakat untuk patuh mentaati prokes

Dalam Penanganan Covid-19

KOTA MANNA – Melonjaknya kasus Covid-19 di BS membuat pihak RSHD Manna mengalami kekurangan fasilitas penanganan serta sumber daya manusia (SDM) tenaga medis (nakes) yang menangani pasien Covid-19. Manajemen RSHD Manna membutuhkan tambahan fasilitas dan nakes yang dapat menunjang kinerja para medis dalam penanganan covid-19. Apalagi, tidak sedikit nakes yang terpapar Covid-19.

Untuk itu, Bupati BS Gusnan Mulyadi mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan melindungi diri dan keluarga agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat. Jangan lepas masker saat berada di keramaianan. Pasalnya masker menjadi penjaga pertama agar tidak terpapar covid-19.

Bacaan Lainnya

Selain itu, masyarakat diminta untuk sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Menghindari kerumunan yang tidak perlu, serta menjaga imun tubuh dan memakan makanan bergizi untuk meningkatkan imun tubuh.

“Sekarang ini rumah sakit daerah sudah overload, tidak mampu lagi menampung pasien isolasi. Tenaga medis sudah kekelahan, jadi mari kita jaga kesehatan dan keluarga, jangan sampai sampai terkonfirmasi Covid-19,” pinta Gusnan.

Hasil pantauan Bupati di lapangan, masih banyak warga yang mengabaikan Prokes Covid-19. Tidak memakai masker, apalagi untuk sering mencuci tangan dengan sabun. Warga juga masih sering terlihat berkerumun tanpa keperluan penting.

“Ternyata di saat pandemi seperti sekarang ini, masih banyak warga yang abai. Kami harap pemerintah hingga tingkat desa agar lebih maksimal mengimbau warganya (agar menerapkan prokes covid-19, red),” ujar Gusnan.

Terpisah, Plt Direktur RSHD Manna, dr. Debi Utomo, mengatakan ruang isolasi yang dimiliki hanya mampu menampung maksimal 10 pasien Covid-19. Namun seiring bertambahnya kasus, manajemen menambah ruang B dan C. Total ruang penampungan pasien covid-19 RSHD Manna menjadi 31 tempat tidur.

Dia mengaku sangat membutuhkan tambahan ruangan untuk isolasi. Pasalnya tempat isolasi yang disiapkan, sudah terisi sepenuhnya. Kondisi RSHD Manna dinilai sudah tidak memungkinkan untuk menampung pasien covid-19.

Bahkan, manajemen RSHD Manna sudah mendirikan tenda darurat. Tenda ini akan dilengkapi dengan beberapa perlengkapan seperti tempat tidur, alat infus dan lainnya agar dapat difungsikan memberikan pelayanan kepada pasien.

“Tidak menutup kemungkinan lonjakan kedua akan datang. Inilah peran serta kita dengan unsur Forkominda dan OPD untuk membantu rumah sakit,” harap Debi.

Dia mengaku banyaknya nakes yang tumbang akibat terpapar covid-19, membuat RSHD Manna mengalami kekurangan tenaga dalam memberikan pelayanan.”kami sudah usulkan 20 perawat dan empat analis tambahan,” terang Debi. (one)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *