Sendirian, Remaja Dicabuli Tetangga

  • Whatsapp

KOTA MANNA – Nasib malang dialami seorang remaja putri warga Kecamatan Seginim. Dara cantik berusia 16 tahun itu mengaku dicabuli oleh pria berinisial Wi (44), warga satu desa dengannya. Kesucian korban nyaris direnggut pelaku.

Trauma atas peristiwa yang dialami, korban melapor kepada orang tuanya yang kemudian melapor ke Mapolsek Seginim. “Laporan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak sudah kami terima. Masih dalam proses penyelidikan,” kata Kapolres BS, AKBP Deddy Nata, SIK melalui Kapolsek Seginim, Iptu Kusyadi, M.Si.

Bacaan Lainnya

Informasi terhimpun Rasel, dugaan pencabulan tersebut terjadi sekitar pukul 10.32 WIB, Minggu (18/7). Ketika korban sedang sendirian di pondok sawah karena kedua orang tuanya pergi menghadiri pesta pernikahan.

Untuk mengisi waktu sambil menunggu orang tuanya pulang, korban menonton televisi. Ketika sedang asyik menonton TV, tiba-tiba ada suara terlapor yang memanggil korban dari luar. Bahkan, terlapor langsung naik ke pondok dan mendekati korban.

Merasa suasana aman, Wi diduga melancarkan niat bejatnya dengan membelai rambut dan mencium pipi korban. Tak hanya itu saja, terlapor disebutkan juga meremas bagian sensitif korban. Mendapat perlakuan yang tidak baik dari terlapo, korban pun berupaya memberontak.

Korban berhasil lolos dari dekapan pelaku dan berlari turun dari pondok. Namun terlapor mengejar korban, hingga akhirnya tertangkap. Terlapor disebutkan kembali menciumi pipi korban yang terus berupaya memberontak. Sadar aksinya tidak berjalan mulus, terlapor membujuk korban dengan memberikan uang Rp 50 ribu. Terlapor meminta agar korban tidak bercerita kepada siapa pun atas perbuatan yang telah terjadi.

Namun korban menolak uang tersebut dan kembali ke pondok orang tuanya sembari langsung menutup pintu. Korban yang ketakutan bersembunyi di dalam pondok. Sementara terlapor yang gagal membujuk korban, pergi begitu saja.

Sekitar pukul 11.02 WIB, orang tua korban pulang dari pesta pernikahan. Korban pun menangis terisak menceritakan kejadian traumatis yang dialaminya kepada sang ibu. Mendengar cerita sang putri, ibu korban terkejut bercampur marah.

Mereka kemudian pulang ke desa dan menceritakan kejadian yang dialami korban kepada keluarga besar mereka. Tanpa pikir panjang, mereka langsung melapor ke polisi. Hingga kemarin (21/7), terlapor masih diburu oleh pihak kepolisian.

“Kami sudah mencari keberadaan terlapor ke rumahnya, tapi tidak ada. Kami masih mencari informasi keberadaan terlapor. Kalau sudah ada informasi akurat, akan dilakukan penangkapan,” tegas Kapolsek. (yoh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *