Tingkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Dengan Mengeja

  • Whatsapp

Oleh Cendy Oktaviani Arni

Kegiatan Kampus Mengajar dilaksanakan pada tanggal 22 maret 2021 sampai tanggal 25 Juni 2021. Merupakan sebuah kegiatan yang berada dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Sebuah program yang melibatkan tenaga pendidik, guru, dan mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah dasar (SD) yang terletak di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal ) dan berakreditas C pada saat pandemi covid-19. Selain membantu para guru melaksanakan pembelajaran di kelas, program kampus mengajar juga bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi.

Kegiatan literasi dan numerasi ini juga di lakukan oleh salah satu mahasiswa peserta kampus mengajar, yaitu Cendy Oktaviani Arni (1800001014). Merupakan salah satu mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling, yang bertugas di SD Negeri 2 Gunungsari, Kebumen, Jawa Tengah.

Pelaksanaan program ini bertujuan untuk membantu para siswa kelas II SD Negeri 2 Gunungsari yang belum mahir dalam membaca dan menulis. Program diawali dengan melakukan observasi, untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang belum dapat membaca dan menulis. Hingga pada akhirnya, sebanyak 8 orang siswa yang terdata memiliki kendala akan mengikuti program ini selama satu bulan.

Para siswa yang bersangkutan akan dibimbing lebih lanjut setiap harinya, seperti diajarkan untuk mengeja dan menulis beberapa kalimat sederhana menggunakan modul literasi. “ Program literasi ini berjalan sangat lancar dan para siswa sangat berantusias mengikutinya. Banyak kemajuan yang telah diperoleh sampai saat ini” tutur Cendy.

Kepala sekolah SD Negeri 2 Gunungsari, Aris mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas kegiatan literasi dan numeri dalam membantu siswa membaca dan menulis. Program tersebut sangat bermanfaat bagi para murid kelas II. ”Dengan adanya program ini, alhamdulillah sekolah merasa sangat terbantu. Karena sebelumnya siswa kurang mendapat perhatian khusus dalam hal membaca dan menulis” ujarnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *