Warga Padang Kuas Tewas Ditembak

  • Whatsapp

SUKARAJA – Masyarakat Desa Padang Kuas Kecamatan Sukaraja Sabtu (4/9) siang heboh. Salah seorang warganya yakni Winarso (50), warga Dusun I Desa Padang Kuas Kecamatan Sukaraja ditemukan tergeletak dengan kondisi terluka akibat tertembak. Korban tewas ditembak saat sedang berada di pondok kebun di Blok B Desa Kuti Agung Kecamatan Sukaraja kemarin (4/9) siang sekitar pukul 11.45 WIB.

Kapolres Seluma AKBP Darmawan Dwiharyanto, SIK melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Saiful Ahmadi, SH membenarkan mengenai penembakan tersebut. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, terduga pelaku penembakan berinisial AD, kabur pasca peristiwa tersebut. “Korban meninggal dunia saat sedang dilarikan ke Rumah Sakit. Akibat luka tembak di bagian perut korban,” tegas Kapolsek Sukaraja kepada Rasel.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Kapolsek, dari keterangan saksi TKN (50) warga Desa Padang Kuas. Saat peristiwa itu terjadi, dirinya pada saat dirinya sedang beristirahat di pondok, yang berjarak 1 KM dari tempat kejadian. Tiba-tiba TKN mendengar suara letusan.

Kemudian saat itu, TKN langsung mendatangi suara letusan tersebut. Serta TKN melihat korban Winarso sudah terkapar dengan luka tembakan di bagian perut. Serta korban sempat mengatakan kepada TKN bahwa yang menembak dirinya adalah AD. “Ada beberapa saksi yang berdekatan dengan TKP. Serta saksi yang bersama-sama dengan AD ke lokasi pondok tersebut. Saat ini saksi masih kami mintai keterangan,” tegas Kapolsek Sukaraja.

Sementara keterangan saksi lainnya, TE (45) juga warga Desa Padang Kuas, mengatakan bahwa AD mengajak dirinya untuk membantu AD memanen cabe. Kemudian sesampai di lokasi kebun cabe. TE langsung memanen cabe sedangkan AD istirahat di pondok. Selanjutnya, tidak berselang lama kemudian AD turun dan pergi. Sekira 5 menit kemudian TE mendengar ada suara letusan kemudian TE berlari ke arah suara tembakan tersebut.

Serta ketika sampai di lokasi suara tembakan tersebut saksi melihat korban Winarso sudah tergeletak dan dibantu oleh dua orang saksi lainnya. Kemudian TE langsung ikut membantu korban untuk dibawa keluar lokasi. Serta saksi sempat mencari jalan pintas. Pada saat itu sempat dikejar oleh AD. Serta TE ketakutan ketika AD sudah mendekat dengan menenteng senjata api di duga pistol berwarna silver. Namun AD tidak mengatakan apapun kepada saksi hanya menatap dengan tatapan tajam dan marah dan kemudian langsung berlari meninggalkan saksi.

“Setelah kejadian korban langsung dievakuasi oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan mobil pick up yang berada di kebun milik warga Desa Air Petai. Serta sampai dirumah korban, korban langsung dibawa oleh pihak keluarga menuju rumah sakit Graha Medika kota Bengkulu. Namun pada saat sampai di rumah sakit korban sudah meninggal dunia,” tegas Kapolsek Sukaraja. Kapolsek mengatakan saat ini kasus ini masih dalam penanganan anggota. Serta masih diselidiki. (rwf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *